3. Waterlilies by Claude Monet
Ephemeral Journal
This is just the way I see the world, yours might be different.
Sabtu, 16 Maret 2019
3 Lukisan Terfavorit by Ephemeral Journal
Dilihat dari judulnya saja sudah dapat dimaknai bahwa list ini akan sangat subjektif, jadi jangan berekspektasi saya akan membahas dari sisi teknikalnya ya. Oke, tanpa perlu banyak basa-basi, silahkan disimak list-nya :)
Spesialis atau Generalis?
Ada dua tipe manusia, seorang spesialis, ahli dan fokus dalam satu bidang sampai paham ke akar-akarnya, dan yang satunya lagi, seorang generalis, jack of all trades but master of none, punya banyak kemampuan, tapi tidak ada satupun yang mencapai level 'master'. Kamu masuk yang mana?
--------------------------------------------------------------
Sudah cukup banyak argumen di luar sana tentang topik ini, khususnya tentang mana di antara keduanya yang lebih baik.
Kalau bicara tentang mana yang lebih baik, tentu saja yang paling baik adalah 'King of all trades' alias ahli dalam sebuah bidang. Sayang sekali, jumlah mereka sangat sedikit sekali, satu-satunya orang yang menurut saya mendekati definisi itu adalah Leonardo daVinci, dia adalah seorang ahli dalam seni menggambar, memahat, membuat patung, melukis, arsitektur, matematika, biologi, geologi, anatomi, astronomi, literatur, musik, sejarah, dan bahkan kartografi.(Salah satu bukti bahwa dunia ini tidak adil, hahaha)
--------------------------------------------------------------
Sudah cukup banyak argumen di luar sana tentang topik ini, khususnya tentang mana di antara keduanya yang lebih baik.
Kalau bicara tentang mana yang lebih baik, tentu saja yang paling baik adalah 'King of all trades' alias ahli dalam sebuah bidang. Sayang sekali, jumlah mereka sangat sedikit sekali, satu-satunya orang yang menurut saya mendekati definisi itu adalah Leonardo daVinci, dia adalah seorang ahli dalam seni menggambar, memahat, membuat patung, melukis, arsitektur, matematika, biologi, geologi, anatomi, astronomi, literatur, musik, sejarah, dan bahkan kartografi.
Minggu, 03 Maret 2019
Menjadi Manusia Abadi
Mati, banyak orang begitu takut dengan kata yang satu ini. Sebuah pemberhentian, titik penghujung jalan, lampu merah yang tidak akan berubah hijau lagi, lembaran terakhir sebuah buku kehidupan. Barangkali sebagian orang sebenarnya tidak takut untuk berhenti, tetapi mereka lebih takut kepada ketidaktahuannya, kepada ketidakpastiannya. Semuanya serba tidak pasti, baik 'bagaimana' atau 'kapan' nya.
Ada satu lagi kematian yang sering orang lupakan. Adalah mati dari ingatan orang lain. Menurut pandangan saya, manusia hidup di dua sisi kehidupan, yang pertama, kehidupan fisik yang kita jalani sehari-hari, dan yang kedua, kehidupan yang berjalan dalam ingatan orang lain, sebuah memori, film dokumenter yang hidup di masing-masing orang yang mengenal kita.
Langganan:
Postingan (Atom)