Sabtu, 16 Maret 2019

3 Lukisan Terfavorit by Ephemeral Journal

Dilihat dari judulnya saja sudah dapat dimaknai bahwa list ini akan sangat subjektif, jadi jangan berekspektasi saya akan membahas dari sisi teknikalnya ya. Oke, tanpa perlu banyak basa-basi, silahkan disimak list-nya :)

3. Waterlilies by Claude Monet 





Salah satu lukisan dari maestro Claude Monet. Sedikit cerita, Monet adalah pelopor dari impressionism art, konon katanya, nama itu diambil dari lukisan Monet yang paling terkenal, berjudul Impression (Kalau ini sih kalian sudah pada tahu pasti, jadi nggak perlu ditampilin ya, padahal sebenarnya saya malas narik gambarnya kesini). Teknik impresionis dalam lukisan ini menurut saya sangat impresif (wait, katanya nggak bakalan ngomongin teknik), permainan warna, pencahayaan dan bayangan, semuanya sempurna. Lukisan ini bisa dibilang berada tepat ditengah-tengah antara realism dan surrealism, dan akhirnya menjadi cikal bakal kemunculan modern art. Oiya, sebenarnya Waterlilies ini sebuah seri lukisan, jadi ada beberapa buah lukisan bertema bunga lili yang ia buat, dan lukisan satu ini yang menjadi favorit saya sejak lama. 


2. The Wind by Hans Hofmann


Lukisan abstrak dari Hans Hofman ini adalah salah satu lukisan abstrak pertama yang menggunakan teknik drip. Kebetulan, lukisan abstrak favorit saya kebanyakan dilukis pakai drip technique, seperti lukisan-lukisan Hans Hofman dan Jackson Pollock (dia lukisannya juga bagus banget). Tantangan terbesar dari seni abstrak adalah menciptakan seni dari kumpulan warna, goresan, bentuk, tapi tanpa harus terikat oleh objek nyata. Mereka harus tahu mana yang akan dijadikan pusat perhatian, penyeimbang dan ornamen. Di lukisan ini pusat perhatiannya adalah scramble berwarna abu-abu coklat (?) yang bertautan dengan background berwarna hitam dan biru. Garis-garis coklat ini mempunyai konsentrasi paling pekat di sisi tengah atas, lalu menipis dan menyebar hampir ke seluruh kanvas, memaksa sang pengamat agar melakukan perjalanan dari satu sisi ke sisi lainnya. Konsentrasi warna yang berbeda dan background biru-hitam juga memberi kesan kedalaman tersendiri bagi lukisan ini. 

1. The Stages of Life by Caspar David Friedrich

Sebenarnya ada lebih dari 10 lukisan Friedrich yang bisa saja saya masukkan ke dalam daftar 10 lukisan terfavorit saya, berhubung saya ingin ada variasi dari ketiga lukisan dalam daftar ini, ya inilah yang terjadi akhirnya. Friedrich adalah pelukis asal Jerman beraliran romantic-landscape. Dia ahli dalam melukis lanskap lautan, gunung berkabut, dan hutan belantara. Biasanya dia juga menyisipkan tokoh manusia di dalam lukisannya. Alasan utama kenapa saya sangat suka dengan lukisannya adalah karena lukisannya terlihat nyata tapi masih mempunyai kualitas sebagai lukisan, tidak seperti sebuah replika foto. Selain itu ia pandai memainkan alegori dalam lukisannya. Lukisan-lukisannya selalu tampak hidup, seperti adegan sebuah film yang dipause dan sang pengamat punya keleluasaan untuk menginterpretasikan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam film tersebut. Lukisan bagus dan mempunyai makna, kurang apalagi coba? 


Saya nggak rela lukisan yang satu ini nggak masuk list, ini adalah Seashore by the Moonlight karya Friedrich. Anggap saja ini sebagai honorary mention saja ya :p

Bagaimana? Apakah kalian setuju dengan pilihan saya? Atau kalian punya favorit lain? 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar